Gabung dan lihat iklan dapat Rupiah

Senin, 31 Maret 2008

Sosialisai Gempa Jangan Rumit Dan Menakutkan

PADANG – Sumatera Barat sebagai daerah yang rawan bencana terutama gempa bumi, seharusnya, kepada masyarakatnya dilakukan sosialisasi dengan cara yang sangat sederhana, tidak rumit dan menakutkan.


“Selama ini, saya melihat ada kecendrungan sosialisasi dilakukan dengan cara yang rumit dan menakutkan. Bahkan dengan menggunakan puluhan slide. Padahal belum tentu semua slide dapat dicerna dengan baik oleh masyarakat,” ungkap Ade Edwar, ahli Geologi Sumatera Barat kepada padangmedia.com, Senin (31/3).
Sebetulnya, kata Ade, masyarakat Sumbar sudah cerdas dan terpintarkan dengan pengalaman yang sudah berkali-kali menghadapi bencana seperti gempa bumi. Atas dasar pengalaman itu saja, masyarakat sudah mempunyai tolak ukur. Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi pada 12 dan 13 September lalu, bisa dijadikan ukuran.

“Bila terasa gempa dengan kekuatan lebih besar dari kejadian waktu itu, yang menyebabkan rumah roboh, lemari –lemari rontok, atau tiang listrik juga roboh, artinya, masyarakat sudah harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Karena kekuatan gempa semacam itu akan berpotensi tsunami,” jelas Ade.

Bila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar dari tanggal 12 September itu, kata Ade sebaiknya masyarakat sudah menyelamatkan diri, tanpa harus menunggu sirene.

“Karena sirene itu belum tentu bisa dibunyikan jika kekuatan gempa sudah 8 SR lebih. Karena yang membunyikan sirene itu manusia. Yang mengakses BMG juga manusia. Saat gempa terjadi, baru 15 menit kemudian dapat dideteksi kekuatan gempa. Jangan-jangan saat gempa yang besar sekali, petugas sirenenya juga sudah lari duluan. Sedangkan warga masih menunggu sirene. Jadi tidak efektif bila warga diminta menunggu sirene dan tanda-tanda lainnya,” tambah Ade.

Yang paling efektif, sebut Ade, adalah dengan mengajak masyarakat menjadi pengukur untuk diri dan keluarganya sendiri. Sehingga keselamatan warga saat gempa bisa terjamin.

“Yang paling efektif adalah mengajak masyarakat langsung menjadi pengukur. Mereka kan sudah rasakan gempa berkali-kali. Kalau rasanya lebih kuat dari September lalu, segeralah lari. Bila tidak, cukup keluar dari rumah menghindari runtuhan,” ulasnya. (dodo)


0 komentar:

Berita Terkait..

 
Copyright  © 2007 | Design by Unique             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger